Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

DI RAKORNAS KEMENPAR, PERTAMINA DUKUNG PELESTARIAN EKOSISTEM KEPULAUAN SERIBU

Sebentar lagi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 26-27 September 2017. Dalam Rakornas ini, salah satu agendanya semangat Indonesia Incoporated dalam penandatanganan kerja sama Kemenpar, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta PT Pertamina untuk destinasi Kepulauan Seribu.

Dalam kerja sama ini, Pertamina berkomitmen untuk turut melestarikan ekosistem di sekitar Kepulauan Seribu dengan menjaga biota laut indah se­perti terumbu karang dan ikan serta menanam mangrove yang akan menarik pengunjung dan meningkatkan ekowisata.

“Kami dari Pertamina ingin turut berpartisipasi dalam menjaga alam sekaligus pariwisata. Kita semua menyadari, saat ini wisatawan mancanegara maupun domestik tertarik dan selalu ingin kembali ke alam. Jika alam sudah me­nye­diakan ekosistem, maka tugas kita  menjaga dan me­ningkatkan kualitasnya se­hingga alam akan tetap ter­jaga keberlangsungannya,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik, saat dihubungi, Minggu (24/9).

Menurutnya, keindahan alam ini pada akhirnya juga dapat dimanfaatkan sebagai ekowisata dan membuka lapangan kerja bagi penduduk sekitar sehingga dapat me­ningkatkan perekonomian masyarakat kepulauan.

Dia mengatakan, Pertamina sebagai bagian dari masyarakat Kepulauan Seribu menyadari bahwa tugas men­jaga dan meningkatkan kualitas lingkungan adalah bagian dari kinerja Pertamina. Sebab itu Pertamina juga melakukan penanaman 10.000 pohon bibit mangrove dan pengadaan 100 tempat sampah organik dan non organik di Pulau Pramuka.

“Jika selama ini kami menjalankan operasional kami dengan berhati-hati agar selalu ramah lingkungan, kali ini kami mengambil ba­gian untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan mendukung aktivitas eko­wisata di Kepulauan Seribu. Kami berharap dukungan ini akan memberikan dampak positif bagi lingkungan Kepulauan Seribu tidak hanya bagi ekosistem lautnya tapi juga kepada masyarakat yang merasakan efek dari peningkatan wisata di Kepulauan Seribu,” ujar dia.

Dalam implementasinya, nanti nelayan dan pemandu wisata akan dilibatkan sebagai jaringan pemelihara rumah ikan sekaligus sebagai sasaran edukasi mengenai pentingnya menjaga habitat ikan yang baru agar tetap steril bagi kegiatan perikanan dan wisata selama satu tahun penuh masa pertumbuhan dan perawatan koloni rumah ikan ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya Arief Yahya berharap semua pihak, termasuk BUMN terus mencari titik sinergi yang saling menguntungkan, dengan sektor pariwisata dan masyarakat. Ekosistem pariwisata itu harus dibangun bersama, dengan Pentahelix, Akademician, Business, Community, Government dan Media. “Dan selalu menggunakan prinsip, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata Arief Yahya.

Pembenahan taman nasional itu, menurut Arief Yahya, menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai rujukan dari Badan PBB untuk Pariwisata Dunia (UNWTO). “Hutan tropis dan taman nasional memiliki nilai lebih buat ‘Wonderful Indonesia’ dalam pelestarian alam,” pungkas Menpar Arief Yahya.(lis)

sumber: indopos.co.id